Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Premis Dandelion 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Premis Dandelion 1. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2025

Premis Dandelion 1



Premis : 

Ketika masa lalu yang berdarah kembali mengejar, seorang gadis bernama Jenar Mahesa Liberio—putri dari pernikahan  antara hakim Indonesia dan penguasa bisnis Eropa—dipaksa menelusuri asal usul yang disembunyikan oleh ayah sekaligus kakaknya sendiri. Di tengah kekuasaan, cinta, dan dendam yang diwariskan lintas generasi, Jen menemukan sebuah surat dari mendiang ibunya yang menuntunnya pada kebenaran: bahwa hidupnya bukan sekadar warisan keluarga, melainkan kunci dari pertarungan besar antara cinta dan ambisi yang membentuk garis keturunan Liberio.

Namun ketika peluru menembus tubuhnya dan rahasia keluarga mulai terkuak, Jen harus memilih—bertahan sebagai bunga dandelion yang terus hidup meski diterpa angin, atau layu bersama kebohongan yang melahirkan dirinya.

***

Ketika rahasia kelam keluarga Liberio terkuak, Jenar Mahesa Liberio, gadis yang tumbuh di bawah bayang-bayang kebohongan, dipaksa menghadapi kebenaran tentang darah dan cinta yang melahirkannya.
Di antara dendam, kehilangan, dan kekuasaan, ia belajar menjadi dandelion—bunga rapuh yang tetap hidup meski dunia berusaha menghancurkannya - Dandelion (Seri1)

Karya Stovia

KBM APP : https://read.kbm.id/book/detail/085c9d0c-7984-4b42-8ba4-5369de681d50?af=779b8e06-49e2-4ba0-b875-64b3e66eaf04

#mafia  #ceo  #cintadanluka  #dandelionseries   #kisahcintagelap  #novelromancetragis #kisahcintapenuhluka  #novelcintadanpengorbanan  #darkromanceindonesia  #kisahcintasetelahkehilangan  #cintayanglahirdarikehancuran #kbmapp #novelindonesia   #noveldrama #novelmafia  #novelceo  #kisahcintadramatis  #novelceomafia  #darkromanceindonesia #novelromantisindonesia  #ceodanmafia  #romancedramaindonesia  #novelpengorbanancinta 

Nurani Yang Dibuang Ke Udara

  Waktu terus berjalan, dunia terus berputar, dan musim silih berganti tanpa henti. Di tengah perjalanan panjang itu, nurani perlahan memuda...